Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

218. Adrianus VI (1522-1523)

Adrianus lahir di Utrecht, Belanda pada 1456 dari keluarga miskin, dengan nama Adrianus Florensius Dedel. Saat itu Belanda dianggap berada dalam periode atau bagian budaya Jerman maka Adrianus disebut juga paus terkahir yang berasal dari Jerman sebelum Paus Benediktus XVI yang terpilih pada tahun 2005, juga paus terkahir yang bukan orang Italia sampai kemudian tahun 1978 Karol Wojtila dari Polandia terpilih sebagai Paus Yohanes Paulus II. Sesudah Paus Adrianus sampai Pau Yohanes Paulus I, paus selalu dijabat orang Italia. Ia juga merupakan salah satu dari dua paus modern (yang satunya adalah Paus Marsellus II) yang tetap memakai nama baptisnya sebagai nama pausnya. Adrianus bergabung dalam kelompok mistik Paguyuban Hidup Bersama. Kelompok ini cenderung melakukan asketisme. Masuk Universitas Louvain dan kemudian menjadi guru besar teologi pada tahun 1492 dan pada 1507 diangkat oleh Kaisar Maximilianus menjadi pembimbing rohani Kaisar Charles V. dari tahun 1516-1517 ia bertugas sebagai bupati di Spanyol (yang kemudian menjadi bagian kekaisaran Romawi) bersama dengan Ximenes, seorang cardinal Spanyol (dari pihak Charles) mengambil alih kendali sepenuhnya atas Negara. Ia juga bekerja sebagai inkuisitor di Aragon, Navarre, Castile dan Leon. Pada tahun 15517 ia diangkat menjadi cardinal. Ia dikenal mendukung upaya reformasi gereja dari situasi buruk dank arena semangat religiusnya, ia terpilih dengan suara bulat untuk mewarisi Takhta Kepausan pada 9 januari 1522. Ia seorang paus yang rajin dan suci. Kesederhanaannya yang luar biasa itulah yang membuatnya tidak popular di Roma.

Masa kepausannya berlangsung sangat singkat dan tragis. Pengabdiannya yang tulus demi reformasi, jsutru dinodai oleh para cardinal yang menentang segala pembaruan yang direncanakan dalam Kuria ataupun dalam administrasi gereja. Ia sangat putus asa karena tidak mampu merangkul Negara-negara Kristen untuk bersekutu melawan bangsa Ottoman dari Turki di bawah Sultan Sulaiman Agung, menguasai Mediteran (laut Tengah). Paus Adrianus juga berhadapan dengan sebuah masalah rumah tangga. Orang-orang Romawi langsung menyudutkan dia. Ia dianggap sebagai paus yang barbar karena bukan warga Negara Italia.

Ketidaksenangan rakyat Italia itu memuncak terutama karena Paus Adrianus dinyatakan sebagai seorang inkuisitor, namun kecemasan tersebut hilang ketika Paus Adrianus menolak melanjutkan karya Paus Leo X. ada program yang telah membantu mengosongkan brankas-brankas Kepausan sehingga Paus Adrianus berada dalam situasi keuangan yang sulit.

Ia juga ditentang oleh para kardinalnya sendiri karena ketidakmampuannya menggaet para pendukung untuk melawan Turki, serta dibenci oleh umat di keuskupannya, akhirnya pada bulan Agustus ia jatuh sakit karena kekecewaan yang berat dan meninggal pada 14 September 1523. Seandainya ia masih hidup, mungkin saja bisa terjadi perubahan nyata dalam gereja. Namun reformasi membutuhkan waktu lagi. Kematiannya dirayakan di Roma, bahkan dokternya dikirimi bunga dan ucapan selamat karena telah gagal mempertahankan hidup Paus Adrianus. Penggantinya adalah Klemens VII.